• McLamb Eriksson posted an update 1 month, 1 week ago

    Penggunaan pupuk kimia menjadi salah satu cara yang digunakan oleh petani untuk meningkatkan kadar hara di dalam tanah. Dengan hara yang cukup di dalam tanah akan membantu memberikan kesuburan pada tanah. Kesuburan ini akan membuat tanaman menjadi tercukupi nutrisi dan keperluannya. Pupuk kimia ini dianggap lebih ampuh dalam meningkatkan kesuburan tanah jika diperbandingkan pupuk organik. Anggapan ini yang patut diluruskan, sebab penerapan pupuk kimia yang terus menerus ini akan memberikan imbas yang kurang baik bagi lingkungan. Tidak untuk satu hari setelah hari ini atau setahun kemudian. Tapi dampak yang dinikmati merupakan sebagian tahun ke depan atau pada rentang panjang.

    Tanah akan memadat atau menjadi keras bila terlalu banyak mengandung pupuk kimia dan tentunya residu dari pupuk kimia tak akan sirna dalam waktu dekat. Untuk itu kalian perlu beralih perlahan menggunakan pupuk organik. Ada sebagian jenis pupuk yang disebut organik. Apa sajakah itu? Berikut akan diulas mengenai variasi dari pupuk-pupuk organik yang bisa kalian pakai. Yang pertama ialah pupuk hijau. Dari namanya saja telah dapat ditebak bahwa
    pupuk hijau ini yaitu pupuk yang berasal dari sesuatu yang hijau. Apa itu? Tanaman cenderung mempunyai warna hijau.

    Benar sekali, pupuk hijau ini merupakan pupuk yang berasal dari tumbuhan yang telah mengalami pelapukan. Tanaman yang umumnya diterapkan sebagai bahan pupuk hijau ini bisa dari keluarga legum. Jenis pupuk selanjutnya yaitu pupuk sangkar. Pupuk sangkar yakni pupuk yang terbuat dari kotoran binatang seperti sapi, ayam, kambing, ataupun kelinci. Macam pupuk yang berikutnya yang bisa dipakai adalah pupuk hayati. Pupuk ini berasal dari mikroorganisme yang berperan untuk menambah unsur hara di dalam tanah. Pupuk hayati ini terbuat dari organisme yang hidup seperti jamur dan kuman.

    Pupuk hayati mempunyai peranan penting bagi ketersediaan faktor hara untuk tanaman. Kuman Rhizobium menjadi salah satu bakteri yang bisa berfungsi sebagai penambat N di dalam tanah. Sekiranya menggunakan pupuk hayati dari bakteri ini karenanya bisa membikin elemen N yang semula tak tersedia menjadi tersedia di dalam tanah. Kuman ini dapat ditemukan dengan mudah di perakaran tanaman legum yang membentuk nodul akar.

    Untuk mendapatkan bakteri tersebut kalian dapat mencabut tanaman legum yang mempunyai akar berbintil dan menumbuk bintil akar tersebut. Ada juga pupuk kompos yang dapat diterapkan sebagai salah satu pupuk organik untuk menambah tingkat kesuburan dari tanah dan memberikan kecukupan elemen hara pada tanaman tanpa membuat lebih banyak pengaruh yang kurang baik bagi lingkungan. Nah itulah tadi beberapa tipe pupuk yang berasal dari bahan organik yang bisa kalian pakai. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat untuk kalian.